Atasi Krisis Listrik di Sumatera Utara, Dahlan Instruksikan PLN Sewa Genset

BUMNReview.Com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan menginstruksikan kepada PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) untuk menyewa dua genset dengan berkekuatan masing-masing 150 Mega Watt (MW) guna mengatasi listrik di wilayah Sumatera Utara.

“Saya sudah perintahkan PLN bikin langkah darurat dengan menyewa genset 150 MW ditambah 150 MW,” kata Dahlan, Jakarta, Selasa 24 September 2013.

Dahlan mengatakan langkah darurat dengan menyewa genset sulit dilakukan oleh PLN karena nantinya akan dianggap melakukan inefisiensi, ditambah lagi pembangkit listrik di Belawan, Sumatera Tengah sedang dalam kondisi perbaikan.

“Jadi pembangkit listrik itu dipelihara dengan membongkar pembangkit listrik untuk melihat apakah turbinnya masih berfungsi atau tidak dan diperlukan waktu tiga bulan untuk pembongkaran,” kata Dahlan.

Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji menyatakan kondisi kelistrikan di Sumatera Bagian Selatan yang saat ini sering dilakukan pemadaman bergilir. Pemadaman bergilir dilakukan karena pasokan listrik untuk wilayah tersebut mengalami kekurangan pasokan.

“Saat ini kondisi kelistrikan di Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) memang sedang defisit, jumlah pasokan lebih rendah dibanding permintaan. Karena itu diperlukan pengurangan beban atau pemadaman bergilir sejak beberapa waktu lalu. Dua hari terakhir ini kondisinya paling buruk,” kata Nur dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat 20 September 2013.

Nur mengatakan, PLN tidak tinggal diam menghadapi kondisi ini dan berupaya semaksimal mungkin untuk meminimalisir pemadaman. Mulai besok PLN akan mengurangi frekuensi padam di sisi pelanggan, diupayakan setiap pelanggan hanya akan mengalami pemadaman 3 jam per hari. Mulai minggu depan kondisi pasokan akan semakin baik karena mulai mendapatkan tambahan pasokan listrik.

“PLN mohon maaf atas terjadinya pemadaman yang  menimbulkan ketidaknyamanan ini. Ini adalah kondisi force majeur karena adanya pemeliharaan pembangkit untuk mengamankan kondisi pembangkit yang sudah lama tidak dilakukan pemeliharaan. Lebih baik pembangkit itu dipadamkan untuk dipelihara selama 65 hari dan nanti dihidupkan kembali,” tuturnnya.

(Ronito)

  • Like!
    0

Comments:

Leave A Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

 


Recommendedclose